Gambar

Category: Akidah

Materi Akidah

11 Cara Membangun Rumah di Syurga

Berikut adalah catatan kami, dari tauziah Ust. Safiq Basalamah:

A. Mendirikan sholat sunnah 12 rekaat dalam sehari semalam.

B. Membangun masjid untuk Allah di dunia.

C. Membaca al Ikhlas 10 kali.

D. Bersabar, dg tetap memuji asma Allah, pada saat diuji dg kesusahan dan kesedihan.

E. Membaca doa,……., sebelum masuk pasar.

F. Meninggalkan kebiasaan berdusta, walaupun sedang bergurau.

G. Meninggalkan perdebatan walaupun merasa benar.

H. Menutup celah diantara saf Sholat.

I. Berhijrah, untuk tujuan akhirat.

J. Jihad fii sbilillah.

K. Akhlak yang baik.

Perjuangan Melawan Leukemia #1: Menerima Takdir

Tulisan ini kami buat semata mata sebagai pelajaran dan penyemangat bagi para pasien leukemia, di manapun Anda berada. Bukan untuk menakut nakuti, tapi agar lebih waspada dan berhati hati, mudah mudahan pengalaman kami tidak terjadi pada orang lain. Dan sebagai pelajaran bahwa rasa optimis harus selalu kita pelihara, bahwa Allah dekat dengan hambaNya.

Anak kami, Lia, adalah salah satu pasien leukemia anak di RS Sarjito Jogja. Saat menerima diagnosis tegak bahwa Lia mengidap AML M3 sekitar awal Juni, usianya 16 tahun lebih 8 bulan.

Menurut dokter, jika melihat riwayat kesehatan Lia, penyakit Lia penyebabnya belum diketahui, karena Lia tidak memiliki faktor pencetus kanker yang disebabkan pola makan, paparan zat kimia ataupun keturunan.

Sebelum dimulai kemoterapi, Lia diberi vitamin A. Dari adikku yang dokter penyakit dalam, ada informasi bahwa seharusnya Lia mendapatkan obat ATRA, bukan vitamin A biasa, tapi ternyata ATRA tidak ada di Jogja.

Alhamdulillah, walaupun agak terlambat, sepekan kemudian kami mendapatkan ATRA dari Jakarta.

AML M3 adalah tipe leukemia yang paling rawan infeksi. Masa terberat adalah pada fase induksi.

Dalam tiga hari kemoterapi, setiap harinya Lia mendapat infus satu botol daunorubicyn dan satu botol cytarabine.

Daunorubicyn efek sampingnya lebih berat. Bahkan setelah diberi suntikan anti muntah, Lia masih satu-dua kali muntah.

Selesai kemo tahap pertama, pendarahan masih terjadi di berbagai tempat, atau dalam istilah kedokteran disebut DIC. Dari gusi (hanya karena sebab sepele seperti gosok gigi atau menggigit apel, padahal sudah pakai sikat gigi yang berbulu lembut), dari bibir, bekas suntikan, dan dari darah haid.

Mula mula, haidnya normal. Tapi kemudian tiba tiba darah yang keluar bergumpal gumpal dan banyak sekali. Dokter jaga segera menyuntikkan obat. Beberapa hari, barulah pendarahan berhenti.

Keluhan lain bermunculan silih berganti. Dari nafas sesak sampai harus di-nebu (pemberian uap untuk pelega nafas) beberapa kali, tidak bisa tidur karena efek obat, tulang sakit dan nyeri, perut semakin membesar karena pembengkakan organ dalam, bekas operasi geraham bungsu terbuka lagi jahitannya, dan sariawan.

Belum lagi demamnya yang naik turun. Semua obat antibiotik sudah dicoba, tapi tidak mempan. Satu antibiotik yang bisa menurunkan demamnya yaitu pelastin, tapi masa penggunaanya dibatasi hanya beberapa hari.

Dokter sudah mengingatkan bahwa AML M3 paling rawan terhadap infeksi, terutama infeksi lambung dan otak. Dan ternyata itulah yang terjadi pada Lia. . .infeksi atau pendarahan lambung. Ternyata lambungnya memang sensitif sekali.

Salah satu teman sesama AML M3 yg memutuskan berobat ke Singapore bercerita kalau di RS NUH Singapore makanan benar benar dijaga, harus hangat, tidak boleh lebih dari dua jam setelah dimasak, dan susu juga harus yang khusus dapat mencegah infeksi lambung.

Selama beberapa hari Lia muntah darah dan BAB darah. Muntah dan BABnya berupa cairan coklat berbau amis.

Nafasnya mulai berat. Hasil rontgen menunjukkan adanya infeksi paru. Oksigen bantuan diberikan melalui selang oksigen.

Malamnya, tiba tiba dia sesak nafas. Kandungan oksigen darah turun hingga 74, dimana batas minimum normal adalah 92. Dokter memberitahu bahwa kondisi Lia memburuk.

Dalam helaan nafasnya yang satu satu dan makin berat, alhamdulillah, Lia masih ingat untuk terus mengucap syahadat dan istighfar.

Dokter memutuskan menghentikan pengobatan untuk fokus pada tindakan life saving. Semua obat dihentikan, dan selama 5-6 hari Lia jadi bagaikan vampir karena saking banyaknya transfusi darah dan trombosit yang diperlukan.

Dunia bagaikan mimpi buruk bagi kami. Saya bahkan sudah mengirim message ke gurunya Lia untuk mohon doa.

Hari itu juga empat guru dan kepala sekolahnya datang dari pesantren, untuk memberi semangat, mengingatkan kami bahwa Allah Maha Kuasa untuk menolong siapapun yang Dia kehendaki.

Salah satu sepupu yang sedang co-ass di RS Sarjito juga menyemangati kami, menceritakan pengalamannya waktu anaknya sakit dan meninggal, betapa dia tidak berputus asa sebelum Allah benar benar mengambil anaknya.

Alhamdulillah, dengan bantuan kemajuan teknologi, kesulitan mendapatkan pendonor dapat teratasi. Dari beberapa message yang kami kirim ke beberapa teman dan saudara, mereka bergerak menyebarkan pesan melalui facebook, grup w.a, twitter, BBM, beberapa komunitas masjid dan beberapa komunitas pendonor.

Dalam dua hari, sekitar 20-an pendonor datang satu persatu. Bahkan, salah satu pendonor ternyata adik “angkatan” kami di kegiatan mahasiswa UGM. Tiba tiba dia mengirim message, “mbak, aku anak angkatan/rotasi 30, mau bantu donor”. Rotasi 30. . .itu 20 tahun di bawah angkatan saya!

Dan alhamdulillah, Lia anak yang kuat. Dia jarang mengeluh dan tidak pernah menangis, walau dua selang infus dipasang di tubuhnya, plus masker oksigen di wajahnya, dan demamnya masih naik turun.

Total tiga pekan Lia mengalami pendarahan lambung. Namun dari hari ke hari, sedikit demi sedikit perbaikan mulai terlihat.

Perut mulai mengecil. Bantuan oksigen sedikit demi sedikit mulai dikurangi.

Tapi rasa cemas masih ada. Karena Lia masih dilarang makan minum kecuali hanya minum satu sendok makan setiap satu jam.

Asupan nutrisi harus lewat infus. Padahal ada beberapa jenis nutrisi tambahan sangat mudah membuat nadi menjadi bengkak.

Belum lagi nadi yang semakin rapuh akibat kemo, dan semakin susah mencari nadi untuk memindahkan jarum infus.

Setiap hari kubacakan al Baqarah di kamarnya, sehari satu kali khatam surah al Baqarah. Shalat tahajjud dan dhuha kuperbanyak rakaatnya. Ditambah kondisi saat itu pas Ramadhan, doa terus menerus di dalam hati. Rasa khawatir hanya terpendam di hati, tak tega untuk menumpahkan tangis di hadapan Lia, takut Lia tambah stress kalau melihat ibunya menangis.

Alhamdulillah, teman temannya di pesantren sangat perhatian. Pas libur menjelang UAS, teman temannya satu konsulat di pesantren datang menjenguk bersama guru pendamping.

Setelah UAS, 10 sahabatnya datang membawa rekaman video dari teman teman seangkatan, satu per satu teman temannya direkam untuk mengucapkan semoga cepat sembuh dan balik ke pondok, kami kangen Lia.

Beberapa teman yang berasal dari Jawa Tengah juga menjenguk walaupun suster hanya membolehkan mengintip dari kaca jendela belakang kamar dan berbincang melalui hp.

Dukungan dari teman teman kami juga menyemangati kami. Beberapa teman datang menemui kami, padahal sudah belasan tahun tak bertemu sejak kami pindah dari Jogja.

Ada juga beberapa teman yang saking perhatiannya sampai beberapa kali datang, membawakan komik atau buku bacaan buat Lia.

Tepat tiga pekan sejak pertama kali pendarahan lambung, dokter meminta untuk mencoba mulai minum susu.

Sempat ada rasa khawatir, karena baru dua hari dia berhenti BAB darah. Dan percobaan “minum susu” sebelumnya sudah dua kali gagal.

Sementara itu, nadi sudah semakin rapuh, dalam sehari itu sudah dua kali dipindahkan jarum infusnya karena nadi bengkak, dan untuk mencari nadi baru harus ditangani langsung oleh perawat paling senior. Itupun seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Tapi kami memang harus maju terus. Karena jadwal kemo tahap kedua sudah mundur dua pekan. Belum lagi kondisi nutrisi Lia yang semakin parah karena tambahan tambahan nutrisi dari luar tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuhnya.

Dengan sedikit khawatir, susu mulai kami berikan. Kembali seperti bayi, susu diberikan mulai dari 20 cc setiap 4 jam dengan konsentrasi yang lebih encer dari ukuran seharusnya, sedikit sedikit ditambah, sambil melihat reaksi dari lambung Lia.

Apa yang terjadi seandainya pemberian susu gagal lagi, padahal nadi untuk pasang infus semakin kritis? Hanya Allah tempat meminta. Allahu Akbar!.

Alhamdulillah, kali ini reaksinya baik. Segera saja beberapa hari kemudian dokter langsung menjadwalkan ulang untuk segera diberikan kemo tahap kedua.

Dan dengan perasaan sedikit tak percaya. . .sehari setelah selesai kemo tahap kedua, kami diizinkan untuk pulang, setelah full dua bulan berjuang di RS.

Alhamdulillah. . .

Dua hal yang patut kami syukuri, seperti kata para suster, Lia anak yang kuat secara mental. Dia tidak mau dikasihani. Tidak pernah mengeluh. Mungkin efek dari mandirinya dia karena sudah masuk pesantren sejak SMP.

Dan yang kedua, kami merasa seakan Allah sudah menyiapkan kami untuk menghadapi ini, dengan berbagai kesulitan hidup yang pernah kami hadapi sebelumnya.

Kata dokter, fase tersulit bagi orang tua adalah saat mereka harus mulai berdamai dengan takdir. Jika ini belum dilalui, sulit untuk bergerak maju bahu membahu, orang tua dengan dokter, untuk menghadapi kondisi ini. Jika ortu sudah bisa menerima takdir, lebih mudah bagi dokter untuk jujur menyampaikan segala resiko.

Lia menyelesaikan tahap terakhir kemo bulan Desember 2014, dan sekarang bersiap kembali sekolah.

Perjuangan belum selesai. Mohon doanya agar Lia sembuh seperti sediakala.

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya… (64:11). Allahu Akbar.

Tauziah:Kesenangan Dunia by Ust.Edi Chandra 20130120

Tauziah: 20130120 EdiC Kesenangan Dunia (Audio Download)

Tauziah: Beriman kpd Hari Akhir oleh Ust. Edi Chandra 20140223

Beriman kpd Hari Akhir   (Audio Download)

Bgmn seorang muslim bisa beriman kpd hari akhir ?

Dimulai, bgmn Beriman kpd Allah….
Beriman kpd Allah, dpt saja mengimani ciptaanNya.
Darimanapun kita belajar, lalu seterusnya dikaji secara detail.
Diketahuilah komponen sesuatu terkecil….
Apakah sesuatu itu memiliki kehendak atas dirinya sendiri….???

Ilmu al Yakin (100%)
Ilmu dzanniyat (< 100%)
Berita mutawatir, berita yg disampaikan banyak orang, hal ini dpt mencapai pd tingkatan al Yakin.

Bgmna mengimani hari akhir? Padahal org yg pernah mengalami tdk pernah memberi keterangan. Bgmn kita mengujinya, hingga keyakinan al Yakin. Adlah menguji dr siapa hal itu yg memberitakan, dimana beritu itu dikabarkan, dst.

Bgmna kita meyakini sesuatu, padahal tdk dpt merasakan.
Ujilah alQuran, shg kita beriman sampai ke derajat mutawatir dan al Yakin.

Tauziah: Gambaran Neraka menurut alQuran dan Hadist by Ust. Idrus Abidin

Gambaran Neraka menurut alQuran dan Hadist (Video Display)

Tauziah: Gambaran Syurga menurut al Quran dan Sunnah by Ust. Idrus Abidin

Gambaran Syurga menurut al Quran dan Hadist (Video Display)

Tauziah: Hal-hal yang Menyelamatkan dr Azab Kubur by Ust. Idrus Abidin

 

Hal-hal Ghoib yg Sering dilupakan

Liqo 2013-06-08 – Hal hal Ghoib yg sering dilupakan

Membangun Keluarga Cinta alQuran

Category: Aqidah

Ustadz: Mutammim alUla

Summarized by: Joko SP

Masjid Baitussalaam, Bogor, 29 Jan 2011

3 Pertanyaan Kunci:

  1. Apa pentingnya orang tua memiliki ketrampilan, mendidik anak menjadi keturunan yang sholeh
  2. Apa yang disebut mencintai alQuran
  3. Peranan apa yang bisa dilakukan oleh oleh orang tua

 

I.            Apa pentingnya ….(Parenting Skill)

  1. Sebagian orang beranggapan bahwa pendidikan anak adalah urusannya sekolah, padahal sebetulnya tidak, orang tua tetap harus bertanggung jawab.
  2. 3 pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan anak:
    1. Yang terpenting adalah orang tua
    2. Sedangkan Sekolah adalah membantu peran orang tua
    3. 4 Pilar keluarga dalam hal pendidikan:
      1. Hubungan suami-istri yang hangat
      2. Ekonomi keluarga yang sustainable
      3. Pendidikan anak (parenting skill)
      4. Hubungan keluarga besar
      5. Dalam membangun berkeluarga, tentunya tidak sekedar menjaga keutuhan keluarga, tetapi bagaimana menjadi keluarga yang unggul (dalam Iman dan Amal Sholeh). Sebagai contoh telah diabadikan dalam alQuran yaitu keluarga besar Ali Imron. Bahkan keluarga besar Ali Imron ini disejajarkan dengan para Nabi (QS 3:33-34). “Sesungguhnya Allah, memilih manusia, nabi Adam, nabi Nuh, nabi Ibrohim, dan keluarga besar Imron, melebihi segala ummat”.
      6. Ciri keluarga yang mulia:
        1. a. Meninggalkan anak-anak yang sholeh
        2. Sodakoh
        3. Meninggalkan ilmu yang bermanfaat

Cara untuk mendapatkan anak-cucu yang sholeh adalah tidak ada cara lain, kecuali mengakrabkan dengan alQuran (mencintai).

 

II.            Mencintai alQuran

  1. Mengimani
  2. Mengamalkan
    1. Mengubah kesolehan individual ke kesolehan social
    2. Contoh: KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) mengamalkan surat alMaun.
    3. Membaca terus menerus (membaca dengan mushaf maupun tanpa mushaf (hafal))
    4. Tadzabur alQuran
    5. Menyebar & mendakwahkan
      1. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang mempelajari alQuran dan Mengajarkannya kepada orang lain”.
      2. Menyebarkan isinya
      3. Mengajarkan kepada anak cucunya
        1. Hadist “Didiklah anak-anak kamu sedini mungkin dengan ajaran Islam, melalui 3 hal:
          1. i.      Mencintai Nabinya
          2. ii.      Mencintai Keluarganya
          3. iii.      Membacakan dan ajarkan alQuran”.

 

III.            Peranan Orang Tua

  1. Mengajarkan alQuran
    1. a. Siapa yang mengajarkan ?                            oleh orang tuanya
    2. Bagaimana mengajarkannya ?
      1. i.      Mengenalkan cara membacanya
      2. ii.      Memperdengarkannya dan membacakannya
  2. Sampai kapan mengajarkannya?               Sampai meninggal dunia
  3. Memberikan contoh kongkrit
  4. Membangun lingkungan
  5. Nasihati terus menerus
    1. Kemuliaan kalau akrab dg alQuran
    2. Kehinaan jika jauh dari alQuran
    3. Membangun kebiasaan (orang tua harus kompak)
    4. Memberikan apresiasi
    5. Doa, yang terpenting adalah doa untuk kemulyaan akhirat.
      1. Inti ibadah adalah Doa
      2. Doa kemuliaan akhirat:
        1. i.      Khusnul khotimah
        2. ii.      Dibebaskan siksa kubur
        3. iii.      Perlindungan pada hari Makhsar
        4. iv.      Dimudahkan Hisab
        5. v.      Dan dimasukkan Syurganya Allah SWT.
  6. Doa Duniawi:
    1. i.      Tangible:
      1. Materi
      2. ii.      Intangible:
        1. Keselamatan
        2. Ketentraman
        3. Kebahagiaan

 

Demikian, Semoga Allah merahmati kita semua, Amin.

 

Qodlo dan Qodar (Takdir) by Ust Edi Chandra

Beriman Qodlo-Qodar (Aqidah)

Category: Aqidah

Ustadz: Edi Chandra

Summarized by: Joko SP

Masjid Baitussalaam, Bogor, 11 Mei 2011.

Beriman kepada Qodlo dan Qodar, adalah termasuk beriman pada yang Ghoib

 

Definisi

Qodlo, dalam bahasa arab berarti merencanakan atau menentukan (ilmu).

Qodar, berarti terlaksananya atas sesuatu yang sudah ditentukan (realisasi).

 

Contoh keliru dalam memahami Qodlo & Qodar: “Memang sudah takdir saya, bahwa saya memang harus hidup miskin”.

Bagaimana memahami Qodlo&Qodar ?

Ada dua kelompok, yang berbeda pendapat mengenai pemahaman QODLO & QODAR tersebut:

  1. Kelompok Jabariah: Apapun yang terjadi pada diri manusia semua itu adalah perbuatan/kehendak Allah, tanpa sedikitpun peran manusia di dalamnya.

Hal yang mendasari pernyataan tersebut adalah:

  1. Dalil, “La Khaula kuwata illa billah”
  2. Hadist 40, Dalam masa penciptaan manusia telah di tuliskan umur, bahagia/sengsara hidupnya, rizki, dsb.
  3. Perkataaan, “kalau sudah rizki tidak akan kemana….”

 

  1. Kelompok Qodariah: Manusia mempunyai peran dalam menentukan keputusan/perbuatan yang diambil.

Terkait dengan masalah keimanan, kelompok Qodariah tidak setuju dengan pernyataan kelompok Jabariah sebagai berikut:

  1. Apabila iman dan ke-kufuran itu sudah ditentukan oleh Allah, maka apalah artinya harus ada dakwah? Apa artinya Nabi di utus?

 

  1. Apabila iman dan ke-kafiran itu sudah ditentukan oleh Allah, maka apalah artinya Pahala dan Dosa?

 

Anekdot seorang ulama:  Bisa saja Iblis akan protes, mengapa Allah menjadikan mereka membangkang, kenapa tidak dijadikan saja malaikat.

Perdebatan masalah QODLO & QODAR oleh Jabariah & Qodariah ini tidak pernah berujung, yang menjadi masalah adalah perdebatan ini tidak membawa manfaat (tidak membawa perubahan perbuatan).

 

Seharusnya Iman berbuah perilaku (bahagia)

 

Imam Ali Tontowi mencoba member solusi, menyatakan bahwa, dalam diri manusia ini ada unsur Jabari dan unsur Qodari.

Contoh:

–          Seseorang memiliki kebebasan yang diberikan oleh Allah untuk menggerakan tangan, berbuat baik/buruk, dsb. adalah Qodariah.

–          Seseorang tidak memiliki kuasa untuk memilih/menggerakkan, inilah unsur Jabariah dalam diri manusia.

Pahala dan Dosa hanya terpaut pada wilayah kebebasan berkehendak (Qodariah), dan tidak masuk pada wilayah Jabariah.

 

Bagaimana keimanan kepada takdir membimbing kita menjadi bahagia?

Cara yang mudah memahami takdir itu adalah:

Qodlo, adalah benar apa yang pada Ilmu Allah.

contoh Takdir Allah adalah Keadilan Allah.

Hadist: Miskin karena malas, adalah berdosa

Jangan pernah menduga/menjangkau ilmu Allah SWT

Takdir adalah yang bisa diketahui melalui hal yang dirasakan oleh manusia sampai saat ini, dan untuk nanti dan esok hari adalah sesuatu yang masih bisa diupayakan oleh manusia.

Ilustrasi:

Ibarat kita lahir ke dunia itu seperti kita memasuki gua yang gelap, kita harus terus maju sesuai bertambahnya usia kita, sedangkan modal kita hanyalah lilin. Cahaya lilin tidak akan jauh menerangi jalan kita di depan, sedangkan Allah hanya memberi petunjuk melalui AKAL dan WAHYU, untuk mengambil keputusan.

Dari ilustrasi di atas, manusia hanya diminta mempertanggungjawabkan atas jalan dan keputusan yang diperoleh atas AKAL dan WAHYU tersebut, tidak harus mempertanggungjawabkan jalan yang belum dilalui.

Apabila sudah datang takdir, HARAM untuk ber-andai-andai, bila hal itu tidak dilakukan maka kejadian itu tidak terjadi.

Dan janganlah seperti pernyataan orang munafik pada perang Uhud, yang menyatakan bahwa “seandainya sahabat nabi tidak ikut berperang, pastilah mereka masih hidup”, pernyataan itu hukumnya dalah haram.

Kita tidak boleh menyalahkan/berandai-andai masa lalu, akan tetapi kita masih punya kesempatan berbuat di masa depan. Apabila sudah diusahakan sebaik mungkin, tetapi hasilnya masih belum seperti yang kita harapkan, maka hukum QODLO & QODAR berlaku, yaitu kita menerima apa yang sudah kita capai dan rasakan sampai saat ini, sedangkan sisanya tetap milik Allah yang tahu.

Bukan tugas kita untuk mengetahui/menjangkau Ilmu Allah tentang Takdir diri kita

Contoh:

Dalam menyikapi suatu hadist, yang intinya Jangan mengira bahwa orang yang telah berperilaku sebagai ahli surga, Allah pasti akan memasukkan mereka ke dalam surga, dan sebaliknya, berarti jangan-jangan apa-apa yang sudah kita lakukan akan menjadi sia-sia ?

JANGANLAH PERNAH kita pernah menduga atau berandai-andai pada wilayah ILMU ALLAH, yang harus kita lakukan adalah berusaha sampai pada batas kemampuan kita. Disinilah muncul sikap TAWAKAL: “Ya Allah inilah sebatas yang bisa saya lakukan, lebih dari itu Engkaulah yang Maha Mengetahui”.

 

Semoga Allah merahmati kita semua, Amin.

 

Page 1 of 212»

Blog Vitals

0
74
5
19 feed subscribers